Skip navigation


Jika Anda sering berkemih dalam jumlah yang banyak, diikuti dengan banyak minum dan banyak makan disertai dengan tekanan darah Anda yang tinggi; hati-hati, segera periksakan diri Anda ke dokter karena Anda mungkin menderita Sindrom X !!.

Banyaknya fastfood atau restoran cepat saji semakin menjamur di Banda Aceh. Ditilik dari segi keuntungannya, kita jadi tahu bagaimana rasa makanan yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah dicicipi oleh lidah kita. Bukan masalah tidak ada gizinya, justru banyak fastfood mengandung gizi yang berlebih. Sebaliknya jika kita kurang memperhatikan masalah salah satu faktor atau kombinasi faktor, antara lain (1) suatu asupan makanan yang berlebih, (2) rendahnya pengeluaran energi basal, dan (3) kurangnya aktivitas fisik dapat menjadikan Anda untuk menjadi salah satu dari sekian penderita Sindrom X.

Sindrom X dengan sinonim Sindrom Metabolik atau CHAOS (Australia) merupakan kombinasi dari kerusakan secara medis dengan peningkatan satu atau lebih resiko untuk terjadinya penyakit Cardiovaskular (atau jantung dan pembuluh darah) dan diabetes . Sindrom X ini mempengaruhi jumlah besar masyarakat yang pola hidupnya seperti faktor-faktor yang telah disebutkan diatas. Studi yang baru-baru ini dilakukan di AS telah menghitung lebih dari 25% dari penduduk Amerika menderita sindrom X.

Bagaimana Indonesia dengan DM-nya?

Menurut badan kesehatan yang menjadi anutan banyak dokter di dunia, WHO menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia!!. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.

Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya

Penyebab dari Sindrom X ini sangatlah kompleks. Kebanyakan pasien adalah orang tua, kegemukan dan mempunyai riwayat resisten insulin. Namun jangan salah kira karena banyak dari orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda.

Sel Endotel & Sindrom X

Berbagai penelitian menjelaskan bahwa sel endotel merupakan sel yang melapisi bagian dalam dari pembuluh darah, cairan plasma darah dan sel-sel otot polos pembuluh darah. Sel endotel berinteraksi langsung dengan sel-sel otot polos pembuluh darah dan sel-sel darah, serta komponen cairan plasma darah. Karena rusaknya sel endotel inilah terjadinya DM.

Nah, sel endotel memegang peran penting dalam sistem keseimbangan tubuh yang terjadi melalui integrasi kerja berbagai zat yang dikeluarkan oleh sel endotel. Sistem ini mempunyai efek baik terhadap sel-sel otot polos pembuluh darah maupun sel-sel darah sehingga dapat menimbulkan berbagai perubahan yang diperlukan.

Karena fungsi sel endotel yang cukup banyak, maka bila terjadi gangguan fungsi endotel akan berdampak secara keseluruhan. Terjadinya gangguan fungsi endotel ini disebabkan oleh penyakit antara lain hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemi atau dislipidemia. Ketiga penyakit ini sering kali menjadi faktor tingginya angka kematian. Gangguan fungsi endotel pada penderita DM bisa menyebabkan komplikasi menahun dari penyakit ini. Akibatnya, bisa terjadi gangguan pada mata, ginjal, dan saraf, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Strategi bervariasi telah diterapkan untuk mencegah penyakit Sindrom X ini berlanjut menjadi komplikasi yang menyeramkan. Hal in itermasuk olahraga teratur (seperti berjalan kaki) setiap hari selama 30 menit, dan mendorong pasien untuk melakukan diet yang sehat. Tapi sayangnya, beberapa studi mengindikasikan bahwa pengukuran ini hanya efektif untuk sebagian kecil saja karena masih banyak juga penderita yang tidak mematuhi saran yang dianjurkan oleh dokter. Sampai-sampai, International Obesity Taskforce menyatakan bahwa intervensi di tingkat sosiopolitik diperlukan untuk mengurangi perkembangan sindrom X ini di populasi masyarkat. Mulai dari sekarang, perhatikanlah menu dengan gizi yang seimbang serta olahragalah dengan teratur. Kalau bukan Anda yang perduli dengan kesehatan Anda, siapa lagi yang perduli?. Tentu Anda tidak mau berakhir di Rumah Sakit bukan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: