Skip navigation


7 dari 10 kematian anak di Negara berkembang kebanyakan disebabkan oleh lima hal, atau kombinasi dari mereka, yaitu : pneumonia, diare, campak, malaria dan malnutrisi. Di seluruh dunia, 3 dari 4 anak yang pergi ke sentra pengobatan menderita setidaknya satu dari kondisi diatas. Banyak dari kematian ini bisa, bagaimanapun , dapat dicegah dengan management kesehatan yang lebih baik (WHO 1997)

Diare seringkali dianggap sebagai penyakit sepele, padahal di tingkat global dan nasional fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut Surkesnas (2001), diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita. Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada Balita dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia setidaknya mengalami episode diare sebanyak 1,6 – 2 kali per tahun.

Dengan mengenali diare, kematian dapat dicegah dengan cara yang tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Diare dikatakan berbahaya jika menyebabkan dehidrasi. Kekurangan cairan dan elektrolit dapat menimbulkan gangguan irama jantung, dapat menurunkan kesadaran sampai meninggal. Diare jangan dianggap remeh, jika tidak diatasi akan berakibat fatal.

Kondisi Diare

Diare sendiri dibagi kedalam 3 macam menurut perjalanan klinisnya, yaitu diare akut, diare persisten, dan diare kronik. Diare akut adalah buang air besar lembek /cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari ) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Sedangkan diare persisten adalah diare akut yang berlanjut sampai 14 hari-30 hari. Serta disebut diare kronik jika berlangsung selama lebih dari 30 hari.

Secara klinis penyebab diare (sekitar 90%) disebabkan oleh infeksi rotavirus. Sebagian kecil disebabkan infeksi bakteri, parasit, jamur. Diare juga dapat dipicu pemakaiaan antibiotik (antibiotic induced diare). Sebagian kecil lagi penyebab keracunan makanan, alergi, faktor psikologis yaitu stress.

Kenali Tanda Dehidrasi !

Orangtua tidak perlu panik jika anaknya diare. Lihat dahulu kondisi anak, apakah ada gejala dehidrasi. Komplikasi diare adalah dehidrasi, yaitu kekurangan cairan. Dehidrasi ini merupakan kondisi yang berbahaya. Jika ada tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Kalau tidak ada, anak dapat dirawat di rumah. Penting untuk diketahui bahwa diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun. Sehingga, tidak perlu dihentikan diarenya. Prinsip utama penanganan diare adalah mencegah jangan sampai dehidrasi dengan oralit dan banyak minum (rehidrasi).

Terdapat 3 keadaan derajat dehidrasi, yaitu:

  1. Tanpa dehidrasi (kehilangan cairan <5%>
  2. Dehidrasi ringan sedang (kehilangan cairan 5-10% Berat Badan). Tandanya anak gelisah atau rewel, anak ingin minum terus karena rasa haus meningkat), kelopak mata cekung, BAK mulai berkurang.
  3. Dehidrasi berat (kehilangan cairan >10% Berat Badan). Tandanya anak lemas atau tidak sabar, tidak dapat minum, kelopak mata sangat cekung, pada uji cubit kulit kembali lebih dari 2 detik. Agar lebih mudah gunakan kulit perut.

Pengobatan Diare Yang Tepat

Yang terpenting pada saat anak diare adalah berikan cairan lebih dari biasanya. Berikan cairan khusus anak yang mengandung elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Anak yang diare jangan hanya diberi air saja, sebaiknya diberikan cairan yang mengandung elektrolit (natrium, kalium) dan kalori disamping makanan harus tetap diberikan tapi hindari sayuran karena serat susah dicerna sehingga bisa meningkatkan frekuensi diarenya.

Dengan penanganan yang tepat, kematian akibat dehidrasi karena diare dapat dicegah dengan mudah. Orangtua bisa membuat cairan elektrolit dengan melarutkan 1-2 sendok makan gula dan garam seujung sendok teh kedalam air putih satu gelas. Untuk kalori bisa diberikan air tajin, 1 sdm tepung beras 100 cc air dimasak sampai mendidih. Atau jika di rumah hanya ada oralit, maka bubuk oralit dewasa diencerkan 2 kali lipatnya. Jadi, yang seharusnya 250 cc dapat diencerkan menjadi 500 cc. Cairan khusus anak ini tidak perlu diencerkan lagi tapi langsung diminum dari botol dan dapat diperoleh di apotek. Sederhana bukan ? (Satria Perwira)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: