Skip navigation


Setiap orang mempunyai pengalaman dengan suara nyamuk yang mengganggu istirahat dimalam hari. Tapi di Banda Aceh; dimana merupakan daerah paling parah terkena dampak tsunami; nyamuk tersebut bias lebih dari mengganggu. Mereka membawa penyakit mematikan, yang biasa disebut dengan malaria.

Seorang teman pernah bercerita tentang kehilangan salah seorang saudaranya. Awalnya saudaranya tersebut hanya mengeluh demam yang tinggi pada malam hari, tidak enak badan, kemudian berkeringat dan menggigil. Namun esoknya sehat kembali, jadi saudara tersebut tidak memeriksakan diri ke dokter. Saat penyakitnya bertambah parah, dia dibawa ke dokter umum. Dokter Umum tersebut mengira demam berdarah. Untuk menunjang kepastian diagnosis, dia diminta untuk di tes demam berdarah. Ternyata hasilnya negative. Tak lama setelah itu terjadi pembengkakan hati dan kemudian ia masuk ICU. Rupanya, Ia terkena MALARIA. Dikarenakan kondisinya yang sudah sangat parah, jiwanya tidak tertolong lagi.

Menurut WHO, di Indonesia setiap tahun ditemukan lebih 6 juta penderita malaria dengan 700 kematian. Hampir 70 juta penduduk (35% dari jumlah penduduk Indonesia) tinggal di daerah-daerah yang berisiko terhadap penularan malaria. Tahun 1993, lebih 3 juta penderita malaria klinis telah dilaporkan dengan 300 kematian. Dengan lebih dari 25.000 kasus malaria yang teridentifikasi, sudah saatnya dimulai suatu pencegahan.

INFORMASI MENGENAI PENYAKIT MALARIA

Malaria disebabkan oleh parasit darah (bukan virus ataupun bakteri) bernama Plasmdium sp, (P. falciparum, P. vivax, P. ovale, dan P. malariae). Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk, yang kalau menghisap darah dari orang sakit, dapat menularkannya ketika menghisap darah orang lain. Didalam badan si nyamuk, parasitnya berkembang selama seminggu. Jadi kalau keluarga ada yang trkena malara, dan si nyamuk masih berkeliaran disitu, bisa jadi kita digigit oleh nyamuk yang sama dan kemudian kita pun juga terkena malaria.

Gejala penyakit ini (flu, menggigil, demam, pusing, pegel-pegel lemas) bisa muncul 10 hari sampai 4 minggu kemudian. Dua jenis malaria (P. vivax dan P. ovale) bisa menetap di hati beberapa bulan sampai 4 tahun, oleh karena itu penderita bisa terkena malaria walaupun penderita tersebut tidak digigit oleh nyamuk.

Periode panas-menggigil sesuai dengan siklus hidup parasit malarianya. Demam pada malaria sangatlah khas. Mula-mula penderita akan menggigil selama 20-60 menit yang diikuti demam dengan suhu berkisar 400-41,70C selama 3-8 jam, lalu penderita berkeringat.

P. malariae menyebabkan malaria quartana : demam timbul mulai di hari ketiga dan biasanya teratur. Parasit ini juga bisa menyerang ginjal, dimana urine menjadi lebih keruh dan kemerahan.

P. vivax dan P. ovale menyebabkan malaria tertiana : demam timbul dengan periode 48-72 jam. Paling ringan disbanding malaria yang lainnya (jarang fatal) tetapi termasuk yang bandel dengan pengobatan.

P. falciparum menyebabkan malaria falciparum : malaria yang paling berbahaya. Siklusnya tidak terlihat lagi, demam pun bisa timbul kapan saja. Perlu diketahui, parasit malaria jenis ini bisa menginfeksi semua organ penting seperti hati, limpa, paru-paru, ginjal hingga otak.

APA YANG MUSTI DILAKUKAN ?

Pencegahan merupakan kunci utama untuk semua jenis penyakit. Pencegahan Malaria sendiri terbagi menjadi dua, pencegahan dengan obat dan pencegahan tanpa obat.

Pencegahan tanpa obat, yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dengan cara :

  1. Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur, lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida.
  2. Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
  3. Menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot maupun lainnya.
  4. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
  5. Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak.
  6. Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar.
  7. Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk.
  8. Hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air.
  9. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.
  10. Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai.

Pencegahan dengan obat. Obat yang biasa digunakan adalah klorokuin difosfat, karena obat ini efektif terhadap semua jenis parasit malaria. Aturan pemakaiannya adalah sesuai dengan petunjuk dokter.

2 Comments

  1. hh. informative..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: