Skip navigation


Bentuknya agak bulat dan kecil. Alat ini menjadi kewajiban bagi pengguna kendaraan bermotor dimana saja dibelahan muka bumi ini. Namun, seringkali hal ini diabaikan para pengguna kendaraan bermotor dengan berbagai alasan yang berbeda. Tak jarang, saat kena tilang polisi bukan terima kasih yang diucapkan karena telah diingatkan, melainkan umpatan yang dikeluarkan kepada aparatur negara karena terkena denda. Sungguh sangat ironis.

Perlu diketahui, insiden terbanyak kasus di bangsal saraf rumah sakit dimanapun hampir 90% nya cedera adalah kepala. Baik itu berupa cedera kepala ringan, sedang hingga berat. Sisanya adalah pasien stroke dan kasus-kasus non traumatik. Kasus cedera kepalanya pun bervariasi. Ada cedera karena terpukul oleh benda keras, pukulan dan yang tersering kecelakaan lalu lintas yang entah itu menabrak atau ditabrak. Hasilnya bisa diketahui, hampir seluruhnya dibawa lari kerumah sakit untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.

Sesampai di rumah sakit, banyak pemeriksaan yang memang harus dilakukan. Mulai dari pemeriksaan darah hingga dilakukan pemeriksaan foto rontgen yang biayanya juga tidak sedikit. Ini belum termasuk obat-obatan yang harus dibeli saat itu juga. Cukup banyak biaya yang dikeluarkan hanya gara-gara tidak memakai benda yang memang sudah seharusnya dipakai oleh pengguna kendaraan bermotor.

Hal ini belumlah ditambah dengan adanya penurunan kesadaran, luka robek entah itu dikepala maupun anggota tubuh yang lain, dan tentu saja patah tulang. Kondisi seperti ini semakin memaksa para korban tersebut untuk dirawat lebih lama dirumah sakit. Terkadang, penyakit tambahan lain bisa saja muncul. Mulai dari infeksi pernafasan yang didapat, hingga penyakit infeksi seperti demam berdarah atau malaria dan tentu saja gangguan elektrolit atau nutrisi dikarenakan kondisi penderita yang lemah akibat tidak sadarkan diri. Hal ini masih jauh lebih baik jika kemudian penderita tersebut meninggal dikarenakan ada dan banyaknya perdarahan di jaringan otak.

Setelah pasien sadarpun, belum selesai masalah yang ada. Seringkali pasien-pasien dengan cedera kepala mempunyai gangguan mental akibat kerasnya benturan dikepala. Tak jarang, kemampuan intelektual seperti berhitung, membaca, memahami sesuatu hal menjadi berkurang. Kemudian status mental juga terpengaruh. Pasien menjadi mulai tidak kenal dengan orang-orang yang ada disekelilingnya, perilaku mudah marah atau menjadi diam seribu bahasa menjadi komplikasi yang membutuhkan perawatan intensif dan dilakukan lebih lama oleh keluarga dirumah. Malahan ada yang menjadi lumpuh kedua kaki atau tangannya sehingga dibutuhkan terapi fisik untuk mengembalikan kemampuan pergerakannya.

Semua hal ini terjadi hanya dikarenakan pengguna kendaraan bermotor tidak mematuhi kewajibannya untuk memakai helm. Benda yang tidak susah untuk dipakai. Benda yang bisa melindungi kita dari benturan yang keras. Benda yang dapat membuat pengobatan menjadi jauh lebih mudah seandainya terjadi kecelakaan terhadap diri kita. Seandainya kita lebih memperhatikan diri kita sendiri.

Satria Perwira, S. Ked

Dokter Muda Departemen Ilmu Penyakit Saraf

Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh

One Comment

  1. Klo gak pake helm,bisa bell’s palsy juga lho


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: