Skip navigation


Latar Belakang
Condyloma acuminatum menunjukkan manifestasi epidermal yang diattribusikan untuk adanya epidermotropic human papillomavirus (HPV). Lebih dari 100 tipe rantai ganda HPV papovavirus telah diisolasi hingga hari ini. Banyak dari penyakit ini telah dikaitkan secara langsung terhadap peningkatan resiko neoplastik pada wanita dan pria.

Condyloma accuminatum [Kondiloma akuminata ] juga dikenal sebagai anogenital warts, genital warts atau venereal warts. Kondiloma Akuminata merupakan Penyakit Menular Seksual [PMS] / Penyakit Hubungan Seksual [PHS], ditemukan pada laki-laki maupun perempuan disebabkan infeksi virus papiloma human (VPH) tipe 6 dan 11. Pertumbuhan nya mula – mula kecil, kemudian cenderung berkelompok dan menyatu membentuk suatu benjolan yang besar yang menyerupai bunga kol [seperti
jengger ayam atau brokoli].

Penyakit Hubungan Seksual adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual. Termasuk dalam PHS adalah Gonore (GO), Sifilis,Chlamydia, Herpes Genetalis, Kondiloma Akuminata, kutu kemaluan (pubic lice), Vaginitis. Penularan PHS umumnya adalah melalui hubungan seksual, sedangkan cara lainnya yaitu melalui transfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lain-lain.

Sumber penularan utama adalah wanita pekerja seksual. Berbagai negara telah melaporkan adanya peningkatan insidensi Kondiloma Akuminata dalam dekade terakhir ini. Beberapa penelitian yang telah dilakukan di Amerika Serikat, Inggris maupun beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa
insidensi Kondiloma Akuminatum meningkat dari tahun ke tahun.

Di Amerika Serikat cenderung meningkat 4-5 kali lipat dalam dua dekade terakhir, insidensi tertinggi pada wanita usia 20-30 tahun. Setiap tahun ada 500.000-1.000.000 kasus baru yang ditemukan di Amerika Serikat.

Laporan lain telah mencatat bahwa prevalensi penyakit ini empat kali lebih tinggi dalam dua dekade terakhir ini. Laporan dari klinik penyakit menular seksual (PMS) di Inggris, bahwa jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir ini. Di negara Hongkong penyakit ini menduduki peringkat kedua PMS, dan akhir-akhir ini insidensi penyakit ini meningkat terus. Data rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini menduduki peringkat ketiga diantara PMS, sesudah uretritis
gonore dan non gonore.
Pathophysiology

Sel dari lapisan basal epidermis diinvasi oleh HPV. Hal ini berpenetrasi melalui kulit dan menyebabkan mikro abrasi mukosa. Fase virus laten dimulai dengan tidak ada tanda atau gejala dan dapat berakhir hingga bulan dan tahun. Mengikut fase laten, produksi DNA virus, kapsid dan partikel dimulai. Sel Host menjadi terinfeksi dan timbul atipikal morfologis koilocytosis dari condyloma acuminata.
Area yang paling sering terkena adalah penis, vulva, vagina, serviks, perineum dan perineal. Lesi mukosa yang tidak biasa adalah di oropharynx, larynx, dan trachea telah dilaporkan. HPV-6 bahkan telah dilaporkan di area lain yang tidak biasa (ekstremitas).
Lesi simultan multiple juga sering dan melibatkan keadaan subklinis sebagaimana anatomi yang berdifferensiasi dengan baik. Infeksi subklinis telah ditegakkan dalam membawa keadaan infeksi dan potensi akan onkogenik.
Mempertimbangkan kekerasan seksual sebagai masalah mendasar pada pasien paediatric; bagaimanapun, tetapkan dalam pikiran bahwa infeksi ini dapat secara kontak manual langsung atau tidak langsung dengan bahan lain yang mungkin dapat tibul. Akhirnya, perjalanan melalui saluran vagina yang terinfeksi pada kelahiran dapat menyebabkan lesi respirasi pada bayi.
Frekuensi
United States
Insiden tahunan dari condyloma acuminatum adalah 1%. Hal ini paling banyak dipertimbangkan sebagai penyakit menular seksual (STD) yang paling banyak. Prevalensi telah dilaporkan melebihi 50%. Prevalensi dan resiko tertinggi adalah diantara orang dewasa muda di decade ketiga dan remaja. Usia 40 an meningkatkan prevalensinya dimana telah dilaporkan pada dua decade terakhir.
International
Prevalensi internasional telah dilaporkan bervariasi. Data yang tersedia dari inggris, Panama, Italia, Belanda, dan Negara berkembang dan tidak berkembang melaporkan infeksi HPV untuk sedikitnya sama dengan united states.
Mortality/Morbidity
• Mortalitas merupakan hal sekunder terhadap perubahan maligna menjadi karsinoma pada pria dan wanita. Potensial onkogenik ini telah dilaporkan untuk dikalikan tiga terhadap resiko kanker genitor urinaria diantara pria terinfeksi. Untungnya, hal ini jarang dengan HPV tipe 6 dan 11, dimana merupakan virus yang tpaling banyak terisolasi.
• Infeksi HPV tampak untuk menjadi lebih sering dan memburuk pada apsien dengan variasi tipe defisiensi imun. Angka rekurensi, ukuran, ketidaknyamanan dan resiko dari perkembangan onkologis merupakan yang tertinggi diantarapasien ini. Infeksi sekunder adalah hal yang tidak biasa.
• Kesakitan laten menjadi lebih aktif selama kehamilan. Vulva condyloma akuminata dapat berkaitan dengan parturitas. Trauma kemudian dapat muncul, menghasilkan krusta atau eritema. Perdarahan telah dilaporkan pada lesi yang besar yang dapat timbul selama kehamilan.
• Pada pria, perdarahan telah dilaporkan sesuai datarnya meatus uretra penis, biasanya dikaitkan dengan HPV-16. Akhirnya, obstruksi uretra akut pada wanita juga dapat timbul.
Sex
• Kedua jenis kelamin dapat rentan terhadap infeksi.
• Penyakit tambahan dapat menjadi lebih sering pada pria (dilaporkan pada 75% pasien); bagaimanapun, infeksi dapat menjadi lebih prevalent pada wanita.
Usia
• Prevalensi adalah yang terbesar pada orang dengan usia antara 17-33 tahun, dengan insidensi meningkat pada orang yang berusia 20-24 tahun.
Klinis
Riwayat
• Merokok, kontrasepsi oral, pasangan seksual yang banyak, dan usia koitus awal merupakan factor resiko dalam mendapatkan kondiloma akuminata.
• Umumnya, dua pertiga individu yang mempunyai kontak seksual dengan seorang partner yang mempunyai kondiloma akuminata akan timbul lesi dalam waktu 3 bulan.
• Keluahan utama biasanya salah satu dari benjolan yang tidak nyeri, pruritus, atau keluar cairan.
o Keterlibatan lebih dari 1 area adalah sering.
o Riwayat dari lesi multiple, dibandingkan dengan 1 buah lesi, adalah sering.
• Lesi mukosa oral, laring, atau trachea diasumsikan diperoleh melalui kontak genital oral.
• Riwayat intercourse anal pada peria dan wanita harus dicari lesi di perianal.
• Jarangnya, perdarahan uretra atau obtstruksi renal dapat menjadi keluhan yang ada ketika lesi melibatkan meatus.
• Riwayat pasien dapat mengindikasikan adanya penyakit menular seksual sekarang atau sebelumnya.
• Perdarahan coital dapat timbul. Perdarahan vagina selama kehamilan dapat dikarenakan erupsi kondiloma.
• Kesakitan latent dapat menjadi aktif, terutama dengan kehamilan dan imunosupresan.
• Lesi dapat berkurang secara spontan, menetap atau berlanjut.
• Pruritus dapat mungkin timbul
• Keluarnya cairan dapat menjadi keluhan
Fisik
• Erupsi tunggal atau multiple dapat diamati
o Erupsi dapat tampak filiform, cauliflower, atau seperti plaque
o Mereka dapat halus, verucous atau terlobulasi
o Erupasi dapat tampak kasar atau mempunyai penampilan yang mengganggu
• Secara hati-hati untuk keterlibatan simulatn dari tempat multiple.
• Warna eupsi dapat sama dengan kulit, atau mereka dapat menimbulkan eritema atau hiperpigmentasi. Periksa iregularitas ukuran, bentuk, atau warna yang mendukung adanya melanoma atau maligna.
• lesi meatus uretra dan lesi mukosa dapat timbul
o Beberapa merupakan subklinis
o Rambut dari aspek terdalam yang tidak tersirkusisi dapat menyembunyiknan beberapa lesi.
• Cari bukti dari penyakit menular seksual lain (misalnya ulserasi, adenopati, vesikel, keluar cairan)
• Lihat lesi peranal, terutama pada pasien dengan riwayat atau resiko imunosupresan atau hubungan melalui hubungan anal.
Penyebab

Virus Papiloma Humanus [VPH/ HPV], virus DNA yang tergolong dalam family Papova. Tipe yang pernah ditemui adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 42, 44, 51, 52 dan 56. Tipe 6 dan 11 tersering dijumpai pada Kondiloma Akuminatum dan Neoplasia Intraepitelial Serviks ringan. Tipe 16 dan 18 mempunyai potensi keganasan yang tinggi dan sering dijumpai pada kanker serviks. Sampai saat ini sudah dapat diidentifikasikan 80 tipe virus papiloma humanus.
Diagnosa Banding
 Molluscum Contagiosum
 Rhabdomyolysis
Masalah lain yang dipertimbangkan
 Bowen disease
 Condyloma lata
 Darier disease
 Fibroepitheliomas
 Hailey-Hailey disease
 Neoplasia
 Nevi
 Pearly penile papules
 Squamous cell carcinoma in situ
 Vulvar neurofibromatosis
 Vulvar vestibular papillae
Tindakan
Studi laboratorium
• Sebagaimana diindikasikan oleh rowayat dan pemeriksaan, uji untuk penyakit menular seksual lain seperti HIV, gonorrhoe, chlamidya dan sifilis.
Uji lain
• Acetowhitening
o Lesi subklinis dapat tervisualisasi dengan mengelap penis dengan perban yang diberi asam asetat 5% selama 5 menit.
o Dengan menggunakan lensa 10-X hand atau colposcope, tonjolan tampak sebagai papul putih kecil
o Penampakkan putih bersiar pada kulit menunjukkan adanya hyperplasia epitel (infeksi subklinis)
Prosedur
• Meskipun bukan merupakan prosedur kedaruratan, hal berikut dilindikasikan secara kuat untuk tujuan pendidikan dan membantu pembaca dalam mengerti dan mengatasi komplikasi yang mungkin timbul :
o Colposcopy (stereoscopic microscopy): hal ini sangat berguna untuk mengidentifikasi lesi servikal, dimana diidentifikasikan dengan lebih baik dengan menggunakan asam asetat.
o Biopsy: Biopsy diindikasikan untuk lesi yang tidak sama, rekuren setelah yang awal sukses, atau resisten terhadap terapi atau pada apsien dengan resiko tinggi akan neoplasoa atau imunosupresan.
o Anoscopy
o Antroscopy
Terapi
Perawatan Pre Rumah Sakit
Secara umum, perawatan pre rumah sakit tidak dijamin dan tidak diperlukan; bagaimanapun, menjamin pasien dan mencari kemungkinan akan adanya alasan lain yang mendasari untuk perawatan pre reumah sakit diperlukan.
Perawatan Rumah Sakit
• Tipe tindakan, regimen terapi, dan perawatan lanjutan yang diperlukan untuk kondiloma akuminata secara umum jauh dari departemen emergensi. Bagaimanapun, prosedur berikut ini dapat diimplementasikan jika diindikasikan :
o Gunakan penekanan untuk menghentikan adanya perdarahan.
o Membebaskan obstruksi uretra dalam kasus yang jarang
o Meyakinkan pasien
o Mencari bukti akan adanya penyakit menular seksual lain yang telah ada dan terapi jika ditemukan.
• Meskipun bukan terapi kedaruratan, hal berikut dianjurkan untuk tujuan edukasi dan untuk membantu pembaca untuk mengerti dan mengtasi komplikasi yag mungkin timbul dari kondiloma akuminata :
o Cryotherapy
 Cryotherapy dapat dilakukan dengan menggunakan spray terbuka atau aplikator selama 10-15 detik dan diulang jika diperlukan.
 Cryotherapy merupakan terapi lni pertama yang sempurna, terutama jika lesinya di perianal.
 Angka response tinggi dengan beberapa efek sesequele
 Efek samping termasuk nyeri pada saat terapi, erosi, ulserasi, dan hipopigmentasi post inflamasi kulit.
 Cryotherapy adalah aman selama kehamilan
o Electrodesiccation
o Curettage
o Eksisi pembedahan
 Eksisi mempunyai angka sukses tertinggi dan anka terendah untuk rekurensi
 Angka penyembuhan awal adalah sekitar 63-91%.
o Terapi laser karbondioksida
 Menggunakan terapi laser karbondioksida untuk kondiloma akuminata yang luas atau rekuren.
 Infeksi potensial DNA HPV-6 telah dideteksi pada laser karbondioksida
 Anastesi local, regional atau umum dibutuhkan. Krim Eutectic mixture of local anesthetics (EMLA) dapat digunakan sebagai anastetik alternative.
Medikasi

Pengobatan yang dilakukan dapat bermacam – macam tergantung besar kecilnya kelainan, dapat diberikan salep, bedah (listrik, beku, skalpel), laser karbondioksida / CO2, interferon dan imunoterapi, tergantung klinis dan respon pengobatan.

Selama pengobatan, pasien selain harus menjaga kebersihan, juga sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual dulu, atau suami menggunakan kondom. Dan sebaiknya suami juga diperiksa. Pada laki – laki penyakit ini dapat timbul di perineum, sekitar anus, penis, atau saluran kencing bagian bawah (uretra).

Pemilihan cara pengobatan bergantung pada besar, lokalisasi, jenis dan jumlah lesi serta ketrampilan dokter yang melakukan pengobatan.

Meskipun bukan medikasi kedaruratan, hal berikut ini dianjurkan untuk tujuan edukasi dan unutk membantu pembaca untuk mengerti dan menatasi komplikasi yang mungkin timbul.
 Podophyllum resin (Podocon-25, Pod-Ben-25)
 Podofilox (Condylox)
 Trichloroacetic or bichloracetic acids
 5-Fluorouracil (Adrucil, Efudex, Fluoroplex)
Tidak lagi dianjurkan untuk penggunaan rutin
 Bleomycin (Blenoxane)
 Imiquimod (Aldara)
 Interferons
Tidak dianjurkan untuk penggunaan rutin
 Interferon alfa-n3 (Alferon N)
 Kunecatechins (Veregen)
Vaksin
Vaksin HPV saat ini tersedia untuk pencegahan HPV yang dikaitkan dengan dysplasia dan neoplasia termasuk kanker serviks, kondiloma akuminata, dan lesi genital pre kanker. Serial imunisasi harus dilengkapi pada wanita usia 9-26 tahun
PROGNOSA

Penyakit ini dapat disembuhkan total, namun kadang – kadang dapat kambuh setelah pengobatan karena adanya infeksi ulang atau timbulnya penyakit yang masih laten. Mengingat virus ini juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit kanker serviks [kanker mulut rahim], maka jika memang seseorang sudah positif terkena kondiloma akuminata sebaiknya dilakukan test pap smear juga. Test ini juga dianjurkan bagi wanita paling tidak setiap 1 tahun setelah aktif secara seksual.

DAFTAR PUSTAKA
1) Delaram Ghadishah, MD, Condyloma Acuminata. eMedicine. Dec 22, 2008
2) World Health Organization, Global Programme on AIDS: Global Prevalence and Incidence of Selected Curable Sexually Transmitted Diseases: Overview and Estimates. Geneva, World Health Organization, 1999.
3) 2. World Bank: World Development Report, 1993: Investing in Health. New York, Oxford University Press, 1993.
4) 3. Weiss HA, Buvé A, Robinson NJ, et al: Study Group on Heterogeneity of HIV Epidemics in African Cities. The epidemiology of HSV-2 infection and its association with HIV infection in four urban African populations. AIDS 15:S97, 2001.
5) Holmes KK: Human ecology and behavior and sexually transmitted bacterial infections. Proc Natl Acad Sci USA 91:2448, 1994.
6) Adler MW: Sexually transmitted diseases control in developing countries. Genitourin Med 72:83, 1996.
7) D’Costa IJ, Plummer FA, Bowmer L, et al: Prostitutes are a major reservoir of sexually transmitted diseases in Nairobi, Kenya. Sex Transm Dis 12:64, 1985.
8) Piot P, Meheus AZ: Épidémiologic des maladies sexuellement transmissibles dans les pays en développement. Ann Soc Belg Med Trop 63:87, 1983.
9) World Health Organization: Guidelines for the Management of Sexually Transmitted Infections (WHO/HIV-AIDS/2001.01). Geneva, World Health Organization, 2001.

29 Comments

  1. Aduh serem bgt neh,ak jg trnyata ddiagnosa sm dokter trkena kondiloma akuminta,tp skarg dah sembuh tp knp sisa bintik2 nya mash ada ya?kira2 dlaser brapa ya biayanya…

    • hehehe,,,,mending konsultasikan aja kedokter lagi,,,kalau umum biasanya rp 8000 perak,,,kalo askes gratis,,,,nah, kalo obat beli sendiri,,,,(ini hasil konsultasi dengan dokter muda kulit loh,,,hehehe)

    • Cara pengobatan anda bagaimana mbk soal.x saya juga didiagnosa mengalami pentakit ini

  2. sy mau tanya KA itukan termasuk PHS, berarti apa penyebabnya karena sering gonta-ganti pasangan??sy sdh menikah dgn suami sy 2 thn, dan sy g pernah gont ganti pasangan??!tapi kenapa sy bs kena KA jg y??ada faktor penyebab lainnya g sih selain gonta ganti pasangan??please…jawab y…sy udah stress bgt mikirin ini…

  3. terima kasih atas komentarnya,,,ada baiknya ibu dan suami ibu pergi kedokter spesialis kulit..dengan demikian ibu akan mendapatkan jawaban yang lebih jauh memuaskan dan mengurangi rasa penasarannya,,,

  4. apakah awal penyakit ini bisa timbul di karenakan wanita yg suka ganti2 pasangan dan sedang mengalami keputihan??bila sudah ada candyloma berapa lama pengobatan nya?

  5. Saya dinyatakan dokter mengidap Condiloma, kemudian sya melakukan operasi untuk membersihkan kuitlnya. yang saya aneh padahal saya belum menikah dan tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan siapapun. kira – kira jika menurut anda bagaimana saya bisa terinfeksi. kemudian saya di sarankan dokter untuk jangan terlalu banyak pikiran yang bisa berakibat stress. padahal tidak lama lagi saya akan menikah, saya takut ini akan menular kepada suami saya dan anak2 saya nantinya…

    • Nur, saya juga mengalami hal seperti kamu, Syukurlah saya tidak sendirian. selama ini saya merasa sangat sedih dan khawatir dan merasa keanehan ini hanya terjadi pada saya.

      padahal saya juga belum menikah dan demi Tuhan saya belum pernah melakukan hubungan seks dengan siapapun.

      Saya kaget sekali saat mengetahui saya mengidap kondiloma. Saya tanyakan pada dokternya kenapa bisa terjadi tapi dokter tidak memberikan jawaban apapun. Bahkan dokter malah menduga saya pernah berhubungan seks tapi sudah lama terjadi. Saya jadi marah banget dan kesal waktu dituduh begitu. Kasannya dokter tidak percaya.

      Jujur saya sangat sebal dan merasa takut kalau ini bisa menular pada anak dan suami saya kelak. Apalagi saya takut dituduh sudah berganti-ganti pasangan sama suami.

      pengobatan saya sejauh ini adalah diolesi cairan sama dokter kemudian harus nunggu sampai bersih kutilnya

      saat ini saya merencanakan vaksin untuk mencegah timbulnya kanker serviks setelah sembuh. Kata dokter vajksin masih tetap dapat membantu jadi biarpun mahal saya tetap akan vaksin.

      adakah yang bisa membantu menjelaskan fenomena yang saya dan Nur alami?! Bila ada yang bisa membantu saya sangat menunggu.

      • saya akan mencoba konsultasikan masalah ini dengan konsulen saya,,terima kasih banyak atas komentar nya,,

  6. kmrn mlm saya divonis kena penyakit ini .. dan katanya harus dioperasi scptnya,biaya nya 1,5 juta utk operasi,utk pengobatan vaksin 850 ribu slma 3x vaksin.apa bnr tuh..??
    kita smwa berdoa iaa smoga bisa sembuh total,krna saya takut bgd.

    • Mbak Dinda memangnya penyakitnya udah sejauh mana sampai harus dioperasi?

      Kalau saya tidak di suggest operasi oleh dokter cuma diolesi Podophyllin saja.

      kemudian memang tetap harus di vaksin saya belum vaksin sih karena masih ada benjolan jentik walaupun kecil2

      harus hilang dulu baru bisa vaksin.

    • sejauh yang saya tahu bener dinda ….gag ada salahnya untuk dicoba….semoga sembuh😀

  7. Waduh, aku baru baca artikel2 tntng KA, n ternyata aku jg kena KA.. Huhuh padahal aku br 19thn dan blm prnh melakukan seks.. Huwaa bagaimana ini. Aku bingung banget!

    • wah senasib sama saya dan mbak Nur dik..

      tapi adik Lina bisa tau kena KA dari mana? apakah udah periksa ke dr. SPKK?

      kalau belum adik langsung ke dr. SPKK aja dik siapa tau bukan KA. Kalau bisa pilih yang perempuan dan sebelum periksa bilang kalau masih perawan dan belum pernah melakukan hubungan seks biar dokternya paham

      nggak perlu takut pengobatan KA nggak akan merusak selaput dara kok. Jadi daripada didiamkan bisa menyebar mending segera cek ke SPKK biar mendapatkan pengobatan yang baik dan benar.

      kalau ada yang mau share sama saya soal ini bisa ke email saya: patrianindari@yahoo.com

  8. Saya merasa tabah,, kalo ini hukuman dari Allah terhadap saya,, saya seorang pria,, saya baru sadar sekarang betapa bodohnya saya hingga terkena KA, saya tahu ini teguran dari ALLAH karna saya udah melakukan zinah, sebelum pernikahan, saya jg sadar knp bisa terjadi pada saat ini, ketika saya sedang mempersiapkan pernikahan yg tinggal 3 minggu lagi,, ketika saya ingin menghentikan perzinahan penyakit ini datang tiba2… ya ALLAH saya terima hukuman ini…. tolong jaga kesehatan calon istri saya…semua karna saya.. kalo saja 5 tahun yang lalu saya tidak berzinah denganya penyakit ini mungkin ga akan ada…. biarkan hanya saya yang mendapatkan hukuman dari-MU dia ga berdosa ya ALLAH hukumlah saya….

    buat para pembaca saya mau berbagi tips supaya dapat jauh dari penyakit ini, berikut kesalahan saya sehingga tibul penyakit ini…

    1.saya sering di oral bahkan selalu lama di oral setiap berhubungan.
    2.saya sering melakukan onani hampir setiap kali
    3.saya sering berhubungan sex dgn calon istri saya walaupun dia sedang keputihan / juga pada saat dia menstruasi
    4.tiap selesai berhubungan betapa joroknya saya hanya cukup di lap pake tisyu..
    5.atau mungkin karena saya seorang pezina sehingga dapat terkena penyakit ini.. Ampuni saya ya ALLAH.

    • terima kasih atas sharingnya,,,saran saya,,segera ke dokter mas ,,moga-moga bisa disembuhkan😀

  9. Sy,di vonis terkena KA,sy sdang hamil.. Nah, kt dokter SPKK ini virus ,krn sy keputihan nya byk, sy di beri obt, 3macam,betadine,salep n kaplet antibiotik hrus di habiskan … Sy udh di laser, yg sy bingung, sy baca di situs mengenai KA pengobatan dng pemberian salep tdk baik utk ibu hamil,krn dpt mengakibatkan cacat janin..jd penyembuhan yg baik utk ibu hamil yg terkena KA itu apa ?sy jd takut,mhon jwaban nya ,Trims

    • Sudah dilaser?,,bagaimana hasilnya??. Kalau ibu khawatir ada baiknya ibu minta obat pengganti salepnya. Untuk saat ini ibu teruskan antibiotik dan betadinenya saja.terima kasih🙂

  10. sy mengalami kasus yg sm dengan mb’ prisca,sy hmpir 5 tahun baru mendapatkan keturunan, skrg sdang hamil 4 bln, wktu kehamilan sy berjalan 2 bln sy dioperasi u/ mengangkat kutil2 tersebut, awalny hilang smpe 2 minggu kmudian muncul lg, sy sdh coba pengobatan dari rumah herbal berupa pembasuh dan pengolesny utk daerah kewanitaan sy, tp msih ada kutil yg belum hilang ditambah lg sy liat tumbuh di bibir dalam vagina sy sperti sariawan dan ada benjolan kecil kyk daging menumpang, apa ada pengobatan lain yg bisa menyembuhkan penyakit ini, sy sungguh sangat takut,tolong ada yg bisa bantu sy…😦
    sy berharap calon anak saya baik2 saja, mdh2an tdk tertular,amien….

  11. buat mba anye:
    memang KA mudah menjadi lebih aktif pada masa kehamilan mba. Kalau untuk janin semoga tidak apa-apa karena setahu saya walaupun virus KA tidak akan mempengaruhi janin tetapi lebih aman aklau melahirkan via caesar saja mba. Kemudian untuk pengobatan sudah pernah coba pakai propolis belum? kalau mau info silahkan hubungi saya di patrianindari@yahoo.com mungkin bisa membantu pengobatan di saat kehamilan dengan dioleskan.

  12. saya juga terkena KA , sy jg tidak melakukan free sex, dan dokter sdh membersihkannya tetapai dkter blg bisa muncul lg..dan menyarankan sehabis menikah melakukan pap smear n vaksin..apakah vaksin mesti setelah menikah? klw sebelm menikah bgmana? dan biayanya berapa ya??

  13. aduh…… saya jadi binggung neh,,,,, gimana ngomng nya…… saya takut calon suami saya tau saya terkena KA….. ada solusi alternatif gak????
    mungkin ada yang tau pake saleb apa terus dapat nya gimna gak???

  14. Apakah KA ini bisa disebabkan oleh kondisi lain, awalnya saya operasi ambeien dan saat operasi dokter bedah menemukan semacam polip di dalam anus saya. hasil lab menyatakan bahwa itu mengesankan KA.. seumur hidup saya tidak pernah melakukan sex apalagi sampai sex menyimpang… tapi akibat hasil lab ini asuransi saya ditolak untuk operasi ambeien saya… apakah ada penyebab lain selain dari aktifitas sex yang tidak pernah saya lakukan? mohon tanggapannya.

    • saya juga pernah terkena KA setau saya bukan hanya karena hubungan sex tetapi bisa karena faktor lain seperti jarang ganti celana dalam,jarang membersihkan bagian genital dll,setelah saya divonis terkena KA saya pergi ke dokter SPKK dan dilakukan pembedahan slama 5x alhamdullilah skrg smbuh dan slama pengobatan dokter saya juga memakai pentilener,slain itu ada pengobatan herbal diluar medis yaitu minum benalu teh 2x shari slama 3 bulan alhamdullilah smbuh stelah smbuh saya melakukan vaksin ke SPKK.hal yang terpenting setelah smbuh slalu jaga kebersihan di bagian genital kita jgn lupa slalu pakai tisu shbis buang air kecil atau besar atau diusahakan selalu kering.smga bermanfaat.

        • satriaperwira
        • Posted April 23, 2014 at 7:18 pm
        • Permalink

        Trima kasih atas sharenya mba :p

  15. Assalamualaikum..??
    Saya pernah oprasi KA dianus saya, dapat 2bulan oprasi, KA itu tumbuh lagi, dan tumbuhnya didalam anus, rasa nyilu dan kayak mau keluar sesuatu dari anus, untuk menghilangkan apa obatnya? dan vaksin itu apa? tolong balas, terimakasih..

    • Terima kasih atas adanya blog ini mas satria perwira,,,kemrn mlm saya jg bru d vonis KA,,anehnya sya juga tidak pernah melakukan hub sex sm sekali,,saat ini sya d beri obat oleh dokter SPKK dan jumat depan d suruh kontrol lg,,,pertanyaan sya bagaimana cr penularan virus ini?sedangkan saya tidak pernah melakukan hub sex?terima kasih

      • Mbak neetha aku juga kena KA padahal belum pernah hub sex sama sekali boleh tau emailnya biar bisa tuker pengalaman?

  16. Saya bulan lalu menyadari saya kena KA pada daerah anus. Saya belum tahu apakh sudah sampai bagian dalam apa belum. Disini ada yang pernah kena sampai bagian dalam anus? Tolong di share yaa. Sebelumnya saya sudah mencari tahu tentang penyakit inidan berpikir panjang karena pengobatan yang cukup mahal dan saya masih kuliah. Pada saya penyakit ini tida menimbulkan gejala atau gatal2. Saya tiddak sadar sama sekai sampai ukuran KA tersebut sudah lumayan besar(Sebesar beras long-grain). Awal bulan ini setelah ganti beberapa dokter SPKK juga saya sudah melakukan cauter dan diberi suplemen obat untuk mengingkatkan daya tahan tubuh terutama untuk kulit. Dan sekarang hal yang paling saya takuti terjadi, yaitu KA muncul lagi. Ternyata benar KA ini tumbuh lagi. Saya sangat stress dengan adanya penyakit ini. Ingin berobat lagi tapi saya juga takut percuma karena KA saya hanya 3 minggu sudah mulai bermunculan lagi. Bagi yang sudah pernah kena KA dan sembuh mohon bantu saya. Terimakasih banyak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: