Skip navigation


Setelah akhirnya 1 minggu mendekam karena situasi keamanan yang membuat gw ga bisa naik kepuskesmas, akhirnya ada lampu hijau untuk gw bisa mengabdi. Mobil untuk berangkat ke puskesmas ituhanya pagi subuh dan hanya sekitar 3 mobil yang berangkat setiap harinya. Jenis mobil yang digunakanadalah double cabin dengan 6 orang penumpang didalam dan semuat-muatnya di bak terbuka. Baikdidalam maupun diluar kita membayar rp 70.000,-. Mobil akan mengangkut kita ke puskesmas selama 2jam perjalanan dengan rintangan yang bisa membuat geleng-geleng kepala.

Jam 6 pagi gw udh berangkat jalan kaki menuju kota. Sampai dikota hampir setengah 7. Bisa dibilangperjalanan yang cepat dan melelahkan karena gw membawa carrier. Padahal ukurannya hanya 25 liter. 10tahun yang lalu gw masih bisa membawa 40 liter dengan lebih cepat. Memang umur ga bisa boong.Hehehe. Namun, ketika tiba di kota, semua mobil sudah berangkat. Menunggulah gw dengan satu dokterhingga pukul 7. Memang nampaknya tidak ada lagi mobil dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkeberangkatan hingga esok hari saja, dengan catatan jam 5 sudah brangkat dari rumah.

Keesokan harinya, benar-benar jam 5 gw berangkat dijemput oleh dokter yang satu tempat tugas gw.Setelah shalat subuh sekitar 1/2 5, packing barang pun telah siap. Kita mendapat mobil yang pertama.Jam 1/2 7 ketika semua penumoang siap, berangkatlah kita menuju puskesmas. Setelah hampir 2 jamperjalanan dimana perjalanan ini benar-benar membuat kagum karena pemandangannya, tibalah dipuskesmas. Puskesmas ini terletak disebuah lembah dikelilingi gunung-gunung yang belapis-lapis.Puskesmas ini mencakup 15 desa yang hampir kesemua desa terletak digunung-gunung itulah!. Desaterjauh dari informasi bisa dicapai dengan sehari semalam perjalanan. Ya ampun!!!. Didekat puskesmasada sebuah kantor camat dengan pekerjanya cuma 1 orang. Penduduk asli situ. Disamping kantor camatada sebuah bangunan dengan parabola didepanya. Setelah mencari informasi, didalamnya tedapatbeberapa unit komputer, flat dan lumayan canggih. Rupanya ini adalah tempat program pemerintah yangdibilang dengan intenet masuk desa. Namun sayang, entah kenapa tidak dioperasikan.

Seperti hari pertama ditempat koass, hari itu merupaksn hari orientasi gw. Mencoba mengenal daerahpuskesmas dan sekelilingnya. Ada beberapa pasien yang datang dn kesempatan ini gw gunakan untukmelihat proses administrasinya. Ada seorang pasien yang datang berasal dari desa terjauh seperti yg gwbilang td. Istrinya, 3 bulan keguguran. Banyak perdarahan dan menurut dia placenta sudah telepas.Rupanya bapak ini adalah seorang kader. Kader mempunyai fungsi memberitahukan dokter jika ada penghni didesanya yang sakit. Kemudian dokter akan mencoba datang.Kalaupun dokter tidak bisa datang ke desa tersebut, maka kader itu sendiri yang akan mengobati denganinstruksi dari dokter. Nah, pada kenyataannya tidak seperti itu. Kalau dokter mempunyai hati nurani,hujan badaipun gw rasa akan dia tempuh jika pasiennya benar-benar membutuhkan pertolongannya.Namun, hal ini juga tidak dapat dipaksakan, mengingat lamanya perjalanan dan medan yang ditempuhjuga tidak ringan. Hingga lebih baik menurut gw hal ini dikembalikan kepada si dokter itu sendiri.Apakah ia mau datang atau tidak sama sekali dan hanya menginstruksikan kepada kader yangbersangkutan.

Hari keduapun tiba. Gw punya rencana dari semalam untuk memberikan susu ke sebuah desa yang lamaperjalanannya 3 jam. Susu yang dibawa satu karton dan belasan susu yang disimpan oleh suster di tas.Suster ini asli papua dan semangatnya luar biasa sekali. Berangkatlah gw, suster dan pegawai kecamatanyang cuma 1 orang itu menuju desa. Perjalanan tidak terlalu sulit. Kebanyakan adalah jalan penurunanbukit dan bukan pendakian. Hingga tak terasa 2 jam kemudian kita tiba disebuah kali yang amat sangatlebar wilayahnya dan bukan kalinya yang lebar. Kali ini tebentuk dari gunung meletus, jadi banyak pasirdan bahkan garis-garis yang dilalui magma masih telihat dengan jelas. Pemandangannya membuatgeleng2 kepala. Sungguh indah luar biasa. Namun yang lebih menohok adalah, desa yang kami tujuberada tepat dipuncak gunung yang kalsu dilihat dari bawah, luar biasa sangat jauhnya!!. Kita sudahsetengah perjalanan. Ga mungkin kalo terus pulang. Bahkan baru 2 jam perjalanan. Kita beristirahat dikali itu sambil membersihkan lintah-lintah yang nempel dikaki. Bukan cuma satu, tapi banyak!!. Barukali itu kaki gw dimakan lintah sebanyak itu setelah hunting ular dirangkas. Takut ngga, cuma kesel ajakalo ngelepas lintah. Karena bener-bener udah lengket sama kaki. Jadi kalo sisinya kita lepas, sisi yanglain masih nempel. Kita lepas sisi yang menempel, sisi yang lepas tadi sudah nempel balik. Haishhh,,bikin pusing.

Oh iya, karena hari itu merupakan hari pasar, sebuah hari dimana semua penduduk dari desa tedekatmaupun yang berjauhan menuju lapangan didepan puskesmas untuk menjual hasil pertanian mereka, jadidisepanjang jalan gw bertemu dengan penduduk yang entah dari mans-mana asalnya. Kita bersalamansambil mengucapkan pagi. Ketika diberitahu gw adaklah dokter yang menuju desa cukup jauh itu, merekaterheran-heran dan sikapnya menjadi amat sangat sopan sekali. Rupanya suster bilang, kalo gwmerupakan dokter pertama yang mau ke desa yang lumayan berat perjalanannya, sehingga mereka agaksedikit kagum. Biasanya dokter akan menunggu saja di puskesmas dari jam 8 hingga jam 11. Itupunpasien jarang. Kalau hari pasar, pasien bisa sampai 30 orang. Kalau bukan hari pasar, 10 pasien itu udahpaling banyak. Jadi gw bisa memahami rasa geleng-geleng kepala mereka yang heran melihat dokte yangjalan kecapean, bukan dari ras mereka, tapi mau untuk membantu mereka. Hal ini yang pengen gwdapatkan dari mereka. Bahwa dokter pun juga manusia. Mau menolong ketika dokter itu mampu. Bukanseorang dokter yang membatasi pergaulannya begitu saja.

Tak terasa sudah setengah jam gw istirahat. Sang pemandu dari kantor distrik bertanya mau lewat jalanyang mana, menyusuri kali atau mengambil jalan pendakian memutar. Secara gw tau kalo kita menyusurikali itu suka ketemu jalan yang memang musti manjat, maka gw pilih jalan yang memutar. Yaampunnnnn,,, gw ga tau apa karena pendakian gw terakhir adalah 10 tahun yang lalu sehingga fisik gwmelemah, atau jalur pendakian yang becek sangat, licin dan rata2 45 derajat menuju puncak yangmembuat kelelahan. Mana ga bawa cemilan dan air minum, jadilah gw yang cuma jalan 10 langkahmendaki, istirahatnya yg lama dibandingkan pendakian. Wkwkwkwk. Lucu sangat. Gw yang mantananak gunung masih bisa dibilang kroco dibandingkan pegawai distrik yang udah megangin tas susterditambah sekardus susu diatas kepalanya bahkan jalannya masih cepat. Bener-bener cupu gw. Bahkan,dia yang selalu menunggu gw saat gw istirahat. Ahahaha..malu sangat.

Setelah pendakian yang melelahkan mirip2 jalur dari arcopodo ke puncak mahameru (kalo menurut gwmirip sangat), tibalah gw diatas puncak. Awalnya sepi karena para pria nya sedang berburu binatang, danibu-ibunya sedang memasak dirumah. Jadi gw disambut sama anak2 kecil. Gw pun teringat jaman gwskolah di smp, dimana laki2 pergi berburu ke gunung, dan ibunya mengurus dapur. Bener2 terasa jamanpaleolithikum walo dalam versi modern. Setelah istirahat menunggu, barulah para pria datang dansemakin ramai karena bapak gembala (pendeta) datang.bapak gembala ini maih muda. Gemar berburu.Sudah beristri dan mempunyai anak 1. Lagi2penduduk kaget karena ada dokter yang berkunjung ke desamereka. Gw pun juga kaget, karena baru cuma gw yang mengunjungi mereka dan bahkan baru kali inidesa mereka mendspatkan susu untuk anak balita!!!. Girang, bangga, malu, perasan gw saat itu. Untukmenutupi rasa malu gw, gw pun bertanya apakah ada penduduknya yang sakit. Rupanya ada 3orangpenduduk yang sakit dan tidak mampu pergi ke puskesmas. Ya iyalah, gw aja cape sangat. Apalagi kalosakit!!..

Penyakitnya lumayan berat. Gw pun tersentuh. Berjanji bahwa besok akan gw kirim obat melaluipemandu gw ini. Sebenernya butuh infus, tapi pemandu ini ga bs pasang infus, sementara gw jugakayanya ga mungkin untuk datang kesini lagi besok. Jadi gw sarankan untuk meminum obat yang gwkirim melalui pemandu, dan jika keadaannya sudah sehat, gw minta untuk datang kepuskesmas. Setelahmelihat pasien,foto-foto sebagai bukti dokumentasi, ngobrol, istirahat sambil makan jeruk yang manissngat dan langsung dipetik dari pohonnya buat nge jamu gw, gw pun pamit. Minta maaf kalau tidakmembawa obat, dan berjanji supaya besok akan datang obat melalui pemandu. Pemandunya rupanyaorang asli dari desa ini. Dia bangga udah bisa bawa gw mengunjungi desanya. Bener-bener luar biasa.Baru sekali itu desa tesebut mendapat susu setelah jutaan tahun, dan baru kali itu juga ada dokte yang kedesa mereka. Ckckck.

Perjalanan yang luar biasa. Suster memutuskan untuk mencoba jalur air. Dan memang betul perkiraan gw,sangat2 terjal. Untuk dapat turun aja susahnya minta ampun. Licin dan tegelincir bisa nyawa tarohannya.Jadilah kita jalan melipir sangat. Bener2 pengalaman yang seru. Medan yang lebih berat adalah medansetelah kali itulah. 2 jam mendaki. Dan gw pun ga snggup ngomong lagi. Cuma bisa memaksa kaki buatteus berjalan. Saat istirahat gw makan jeruk karna gw ga bawa air minum. Ketemu mata air cepet2 gwminum sampai puas.

Smpai di rumah dinas jam stengah 4. Brangkat dari desa teakhir jam setengah 12 kurang. Ahahaha. Jujur,gw kapok banget. Gw pun belum tau apakah gw akan kembali kesana, ataukah gw hanya berdiam diridipuskesmas menunggu pasien. Saat ini jalan gw sngat pelan, kaki gw sangat sakit bekas perjalanankemarin, apalagi betis dan paha gw. Bahkan untuk bangun dari tempat tidur malasnya minta ampun.Doakan gw. Semoga gw cepet recovery nya. Supaya gw bisa mendaki lagi untuk ketemu 14 desalainnya… Amin.

4 Comments

    • Harapan Tumangger
    • Posted November 25, 2011 at 7:03 am
    • Permalink
    • Balas

    Luar biasa bg…, semoga niat untuk kunjungan ke 14 desa tercapai. Jadi ingat masa2 kecil dulu yang sering berpetualang mencari damar. (Tau damar g bg..?). Melintasi bukit2, tapi udah diratain sama mobil berat, jadi udah rata gunung2nya..
    Semangat terus bg. Koq gw jadi takut ya…

    • smangat dong pan,.,, ngapain lu jadi takut???

  1. jd terharu bang..

  2. kereeeeennnn abg awakkk… YAKUSA aja lah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: